MUHAMMADIYAHBLORA.OR.ID, BLORA — Senyum lega mengembang di raut wajah warga Dusun Pasarsore, Desa Temengeng, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Di tengah cengkeraman kemarau panjang yang mengeringkan sumur-sumur warga, secercah harapan hadir melalui aksi nyata kepedulian sosial. Kantor Layanan LAZISMU At-Tajdid menyalurkan 5.000 liter bantuan air bersih untuk membantu 62 kepala keluarga (KK) yang krisis air bersih.
Proses distribusi bantuan yang berlangsung dengan penuh kehangatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Layanan LAZISMU At-Tajdid, Helmi G, didampingi staf armada, Debby. Satu tangki air berkapasitas 5.000 liter dikerahkan ke titik penampungan warga guna memastikan pasokan air terbagi secara merata.
Krisis air bersih di kawasan Desa Temengeng bukanlah cerita baru. Setiap kali musim kemarau menerpa, debit sumber air warga menyusut drastis. Tak jarang, warga terpaksa menempuh perjalanan jauh melintasi medan yang tak mudah hanya demi mendapatkan beberapa jeriken air bersih untuk memasak dan minum. Kondisi memprihatinkan inilah yang mendasari respon cepat dari LAZISMU At-Tajdid.
Kepala Kantor Layanan LAZISMU At-Tajdid, Helmi G, menegaskan bahwa aksi ini merupakan panggilan kemanusiaan untuk hadir di tengah kesulitan warga.
“Kami berusaha bergerak cepat saat mendengar kabar bahwa saudara-saudara kita di Temengeng mulai kesulitan mendapatkan air. Walau 5.000 liter ini belum menyelesaikan seluruh akar masalah kekeringan, kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban harian warga. Jika dampak kemarau masih bertahan, insyaallah kami siap mempertimbangkan penyaluran tahap berikutnya,” tegas Helmi saat mendampingi proses distribusi.
Suasana haru dan antusiasme terlihat jelas saat warga mulai mengantre dengan tertib mengular. Berbekal ember, jeriken, hingga galon, mereka mengangkut air bersih dari titik pengambilan yang telah disiapkan bersama pengurus lingkungan setempat.

Ketua RT setempat, Ridho, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kepedulian LAZISMU At-Tajdid terhadap desanya.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Kemarau tahun ini membuat sumur warga benar-benar kering. Bantuan ini adalah penyambung napas bagi warga kami yang sangat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan mendasar sehari-hari,” ujar Ridho penuh haru.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Pesantren At-Tajdid, A. Furqony, menekankan pentingnya merawat kepekaan sosial sebagai pijakan utama gerakan dakwah.
“Ketika ada tetangga atau masyarakat sekitar yang membutuhkan ulur tangan, sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir membawa manfaat. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari dakwah bil hal yang tidak hanya memberi dampak fisik, tetapi juga memupuk nilai-nilai filantropi Islam dan empati di lingkungan At-Tajdid,” jelasnya.
Aksi tanggap darurat kekeringan ini melanggengkan komitmen filantropi Muhammadiyah dalam menebar kemanfaatan langsung bagi masyarakat luas. Ke depan, LAZISMU At-Tajdid terus berkomitmen memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus mengajak segenap donatur dan masyarakat untuk bahu-membahu memperluas jangkauan bantuan air bersih di wilayah rawan kekeringan lainnya.
Kontributor / Editor: Tio Ikhtiar










Leave a Reply
View Comments