Branding PTMA Harus Jujur dan Cerdas: Jangan Biarkan Kualitas Bintang Lima Terbaca Kaki Lima

Branding PTMA Harus Jujur dan Cerdas: Jangan Biarkan Kualitas Bintang Lima Terbaca Kaki Lima
Branding PTMA Harus Jujur dan Cerdas: Jangan Biarkan Kualitas Bintang Lima Terbaca Kaki Lima

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib, mendorong pentingnya sikap jujur dan cerdas dalam branding Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA). Kehumasan bukan semata penyebaran informasi kegiatan, tapi menentukan persepsi publik terhadap institusi.

Irwan menekankan, humas kampus tidak boleh terpancing dengan isu-isu negatif. Melainkan, harus memperkuat pemberitaan yang berbasis prestasi, capaian akademik, layanan, maupun inovasi kampus.

“Kalau ada berita jelek, jangan dilawan. Lawanlah dengan prestasi,” ujarnya saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas PTMA di Hotel Grand Rohan Yogyakarta pada Jumat (5/12).

Di hadapan sekitar 123 peserta yang berasal dari sebanyak 74 PTMA, Irwan menganggap perdebatan mengenai isu negatif hanya akan memperpanjang siklus pemberitaan di ruang publik. Sudah seyogyanya, humas merespons dengan memberikan informasi yang terverifikasi.

Disiplin komunikasi internal adalah hal yang penting. PTMA, kata Irwan, itu seperti “satu kapal besar” yang bisa goyah jika ada “kebocoran” informasi yang semestinya diselesaikan di internal institusi. Tidak semua persoalan internal bisa menjadi konsumsi publik, terutama bila dapat menurunkan kredibilitas.

Baca Juga  Aisyiyah Blora Gelar Cadre Camp, Perkuat Mental Kader dan Kepedulian Lingkungan

Karenanya, dalam melakukan branding, PTMA wajib menyampaikan informasi secara amanah atau jujur. Humas perlu cermat menyaring dan memfilter pesan dan cara dalam menyampaikannya.

Irwan juga menyoal “ekonomi reputasi” dalam kompetisi perguruan tinggi. Kualitas layanan dan mutu akademik dinilainya bisa saja setara. Tetapi, persepsi publik dapat berbeda karena kemasan dan kanal komunikasi.

“Jangan sampai kualitas bintang lima terbaca seperti kaki lima,” ujar Irwan.

Dalam persaingan PTN-PTS dan naik turunnya jumlah calon mahasiswa yang sempat menjadi pembahasan di lingkungan PTMA, Irwan meminta humas mengangkat “emas” institusi yang kerap tertutup “lumpur”. Maksudnya, menonjolkan keunggulan kampus secara konsisten agar publik tidak membangun penilaian hanya dari hal-hal miring. (janu)