Muhammadiyah Menjadi Ormas Islam yang Diterima Baik di Kawasan Muslim Minoritas

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais

MUHAMMADIYAH.OR.ID, GARUT – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais ungkap perkembangan luar biasa Muhammadiyah di Indonesia, khususnya di kawasan-kawasan muslim minoritas.

Hal itu disampaikan Dahlan Rais dalam Pengajian dalam Milad ke-113 Muhammadiyah, dan Milad MBS Al Furqon Cibiuk pada Sabtu (29/11) di Garut. Menurutnya, perkembangan Muhammadiyah ini nyata adanya dan ada jejaknya.

Misalnya di Kupang, Nusa Tenggara Timur ada Universitas Muhammadiyah (UM) Kupang yang menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di NTT dan sekitarnya.

“Di sana (Kupang) Muhammadiyah diterima dengan sangat baik, termasuk di Maumere – Maumere itu mayoritas Kristen, mayoritas Katolik. Muhammadiyah di sana juga sangat diterima,” katanya.

Di Kawasan Timur Indonesia, Muhammadiyah diterima dengan sangat baik termasuk di Bumi Papua. Muhammadiyah saat ini telah memiliki lima universitas di Tanah Papua. Jumlah tersebut belum termasuk akademi dan sekolah tinggi.

“Hemat kami setelah melihat ini Muhammadiyah diterima dengan sangat baik di masyarakat mereka,” ungkap Dahlan Rais.

Bukan hanya perguruan tinggi, Muhammadiyah juga mendirikan taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah. Bahkan di kepulauan Kabupaten Raja Ampat, Muhammadiyah juga mendirikan sekolahan.

Baca Juga  Argumentasi Keabsahan Berdasarkan Al-Quran dan Hadis

Di beberapa pulau tersebut, imbuhnya, Muhammadiyah hadir lebih awal untuk memberikan pelayanan pendidikan dibandingkan pemerintah. Hal ini menjadi bukti Muhammadiyah sebagai ormas dengan perkembangan yang merata.

“Jadi di kepulauan di sekitar Raja Ampat itu, Muhammadiyah mendahului pemerintah menyelenggarakan pendidikan,” tuturnya.

Tak hanya ada dan memberikan layanan pendidikan, sekolah Muhammadiyah juga menjadi favorit, seperti yang terjadi di SD Muhammadiyah Abepura, yang saat ini memiliki 18 kelas belajar.

Berbagai bentuk layanan yang diberikan Muhammadiyah di sana tidak hanya untuk umat muslim, atau warga Muhammadiyah saja, tapi pelayanan diberikan Muhammadiyah semua orang tanpa melihat latar belakang agama dan sukunya.