Mendidik Anak Sehat dan Berakhlak Sejak Dini Lewat Tadabur Alam di Kampong Genengan Blora

Muhamamdiyahblora.or.id | Ngawen – 14 Desember 2025 – Dalam upaya mendidik anak agar tumbuh sehat secara jasmani dan berakhlak mulia, kegiatan tadabur alam dikemas melalui aktivitas olahraga renang digelar usai ngaji siang selepas Salat Zuhur berjamaah, Ahad (14/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Wahana Kuliner, Panahan, dan Kolam Renang Kampong Genengan, Desa Gondang, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Sebanyak 18 anak mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Tadabur alam ini menjadi bagian dari pembinaan karakter, penguatan kesehatan jasmani, serta penanaman nilai-nilai Islam sejak dini. Melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan, anak-anak diajak memahami bahwa menjaga kesehatan tubuh merupakan bagian dari ibadah dan wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan keislaman dengan aktivitas fisik. Mendidik anak tidak cukup hanya melalui pembelajaran agama dan kegiatan mengaji, tetapi juga perlu diimbangi dengan aktivitas yang menyehatkan dan membangun karakter. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah, akhlak, dan menjaga kebugaran tubuh.

Kegiatan tadabur alam dilaksanakan di Kampong Genengan, sebuah wahana milik Badan Usaha Milik Warga Muhammadiyah (BUMWM) Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngawen. Keberadaan wahana ini dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan, dakwah, dan edukasi, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi warga Muhammadiyah kepada masyarakat luas.

Baca Juga  Hari Pertama Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah Muhammadiyah Regional Jawa Tengah Zona Kabupaten Blora Digelar di SMP Muhammadiyah 1 Blora

Secara tidak langsung, kegiatan renang yang dilakukan anak-anak merujuk pada ajaran Islam yang menganjurkan umatnya untuk mempelajari keterampilan yang bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan agar umat Islam membekali generasi dengan kemampuan yang berguna bagi kehidupan, termasuk berenang.

Anjuran tersebut sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Setiap hal yang tidak disertai dengan mengingat Allah adalah kesia-siaan dan permainan belaka, kecuali empat perkara: candaan seorang suami kepada istrinya, seseorang yang melatih kudanya, latihan memanah, dan mengajarkan renang.”
(HR. An-Nasa’i, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Selain hadits Nabi, terdapat pula atsar dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang menegaskan pentingnya pendidikan fisik bagi anak-anak. Dalam riwayat Sa’id bin Manshur, Umar bin Khattab menulis surat kepada Abu Ubaidah bin Al-Jarrah:

“Ajarkanlah pasukanmu memanah, dan ajarkanlah anak-anakmu berenang.”

Dari sisi kesehatan, olahraga renang dikenal sebagai aktivitas yang aman dan efektif karena melibatkan hampir seluruh otot dan sendi tubuh. Seorang pendamping kegiatan menjelaskan bahwa renang memiliki risiko cedera yang relatif kecil. “Gerakannya minim benturan, namun manfaatnya besar untuk melatih pernapasan, kekuatan otot, dan koordinasi tubuh anak,” ujarnya.

Baca Juga  Aisyiyah Blora Gelar Cadre Camp, Perkuat Mental Kader dan Kepedulian Lingkungan

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara jasmani, kuat secara mental, dan berakhlak mulia. Kegiatan tadabur alam ini sejalan dengan semangat dakwah Muhammadiyah dalam mendidik anak secara menyeluruh, yakni membangun generasi yang seimbang antara spiritual, intelektual, dan fisik.

Kontributor : PCM Ngawen
Editor : Tio Ikhtiar