Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah

Gerakan sholat sesuai sunnah

Sholat merupakan rukun Islam kedua yang menjadi tiang agama. Sebagai ibadah yang paling utama, pelaksanaan sholat haruslah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW sebagaimana sabda beliau: “Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat” (HR. Bukhari).

Bagi warga Muhammadiyah dan umat Muslim secara umum, Himpunan Putusan Tarjih (HPT) menjadi rujukan utama dalam memahami tata cara ibadah yang murni (shahih) berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang kuat. Artikel ini akan membedah secara detail tata cara sholat, mulai dari niat hingga salam, lengkap dengan bacaan Arab dan Latin.

1. Niat dan Menghadap Kiblat

Sholat dimulai dengan berdiri tegak bagi yang mampu, menghadap ke arah Kiblat (Ka’bah), dan menghadirkan niat di dalam hati untuk menjalankan perintah Allah SWT. Dalam Muhammadiyah, niat dilakukan di dalam hati tanpa perlu dilafalkan (usahalli).

2. Takbiratul Ihram

Mengangkat kedua tangan hingga setinggi telinga atau bahu dengan merenggangkan jari-jari, seraya mengucapkan:

اللهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar
(Allah Maha Besar)

3. Bersedekap dan Bacaan Iftitah

Letakkan tangan kanan di atas punggung tangan kiri, pergelangan, atau lengan kiri di atas dada. Salah satu bacaan Iftitah yang masyhur dalam putusan Tarjih Muhammadiyah adalah:

Baca Juga  Orang yang Kehilangan Harta Benda karena Bencana Berhak Mendapatkan Zakat

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Latin: Allahumma baaid baynii wa bayna khathaayaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-sil khathaayaaya bil maa-i wats tsalji wal barad.

Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan air es.”

4. Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek

Membaca Ta’awudz (A’udzu billahi minasy syaithanir rajim) secara lirih, lalu membaca Basmalah dan Surah Al-Fatihah secara sempurna. Setelah itu, bacalah potongan ayat atau surat dari Al-Qur’an.

5. Ruku’ dengan Thuma’ninah

Membungkukkan badan hingga punggung rata, kedua telapak tangan memegang lutut dengan jari merenggang. Bacaan ruku’ menurut HPT:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Baca Juga  Hukum Penggunaan Stem Cell: Antara Kemajuan Medis dan Batasan Syariah

Subhaanaka Allahumma Rabbana wa bihamdika Allahummagh-firlii

6. I’tidal (Bangkit dari Ruku’)

Mengangkat tangan kembali setinggi bahu seraya mengucap Sami’allahu liman hamidah, kemudian saat berdiri tegak membaca:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Rabbana wa lakal hamdu

7. Sujud yang Benar

Turun ke sujud dengan meletakkan tujuh anggota badan ke lantai: dahi dan hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dan jari-jari kedua kaki. Pastikan posisi siku terangkat dan tidak menyentuh lantai. Bacaannya sama dengan bacaan ruku’.

8. Duduk di Antara Dua Sujud

Duduk dengan posisi Iftirasy (menduduki kaki kiri dan menegakkan kaki kanan). Bacaannya:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي

Allahummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii

9. Tahiyat (Tasyahud) Awal dan Akhir

Pada rakaat kedua (Tasyahud Awal) dan rakaat terakhir (Tasyahud Akhir), kita membaca doa tahiyat. Muhammadiyah menggunakan redaksi sesuai hadits Ibnu Mas’ud:

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ…

Baca Juga  Bolehkah Menggunakan Gedung Non-Muslim untuk Pentas Seni?

(Dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah)

10. Salam

Menoleh ke kanan hingga pipi terlihat dari belakang, lalu ke kiri, dengan mengucapkan:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kesimpulan: Pentingnya Sholat Sesuai Tuntunan

Memahami tata cara sholat yang benar bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan upaya kita untuk meraih sholat yang khusyuk dan diterima oleh Allah SWT. Dengan merujuk pada HPT Muhammadiyah, kita diajak untuk kembali pada kemurnian ajaran Islam.