Dalam pelaksanaan ibadah sholat, seringkali kita terjebak dalam kebiasaan atau sekadar mengikuti gerakan orang lain tanpa merujuk pada dalil yang kuat. Padahal, kesempurnaan sholat sangat bergantung pada kesesuaian gerakan dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Berdasarkan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, berikut adalah beberapa poin gerakan sholat yang sering salah dilakukan serta panduan cara memperbaikinya.
1. Posisi Tangan Saat Takbiratul Ihram
Kesalahan Umum: Mengatupkan tangan di dada sebelum takbir selesai atau mengangkat tangan terlalu rendah (hanya sebatas perut).
Cara Memperbaikinya: Angkatlah kedua tangan hingga ujung jari sejajar dengan bagian atas telinga atau setinggi bahu. Jari-jari harus direnggangkan (tidak rapat dan tidak terlalu lebar) dan telapak tangan menghadap ke arah Kiblat. Lakukan gerakan ini bersamaan dengan ucapan takbir.
2. Posisi Bersedekap (Meletakkan Tangan)
Kesalahan Umum: Meletakkan tangan di atas perut (pusar) atau terlalu ke bawah. Ada juga yang memegang siku tangan kiri dengan tangan kanan.
Cara Memperbaikinya: Sesuai tuntunan, letakkan tangan kanan di atas punggung tangan kiri, pergelangan, atau lengan kiri. Posisi peletakannya adalah di atas dada. Hal ini memberikan kesan tegak dan khusyuk dalam berdiri.
3. Punggung Saat Ruku’
Kesalahan Umum: Punggung terlalu membungkuk (melengkung) atau kepala terlalu mendongak sehingga tidak sejajar dengan punggung.
Cara Memperbaikinya: Saat ruku’, pastikan punggung Anda rata sehingga jika diletakkan segelas air di atasnya, air tersebut tidak tumpah. Posisi kepala harus sejajar dengan punggung (tidak mendongak dan tidak menunduk). Kedua telapak tangan memegang lutut dengan jari-jari direnggangkan untuk memperkokoh posisi.
4. Posisi Siku Saat Sujud
Kesalahan Umum: Meletakkan siku atau lengan bawah menempel di lantai (seperti posisi anjing mendekam).
Cara Memperbaikinya: Nabi SAW melarang menempelkan lengan ke lantai saat sujud. Angkatlah kedua siku Anda dan jauhkan dari lambung (bagi laki-laki) sehingga memberikan ruang yang lapang. Pastikan tujuh anggota badan (dahi & hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dan jari-jari kedua kaki) menempel sempurna di lantai.
5. Menoleh Saat Salam
Kesalahan Umum: Menoleh terlalu sedikit atau hanya sekadar menggerakkan kepala tanpa niat mengakhiri sholat dengan sempurna.
Cara Memperbaikinya: Menolehlah ke kanan hingga orang yang berada di belakang Anda bisa melihat pipi kanan Anda, kemudian menoleh ke kiri hingga pipi kiri terlihat. Ucapkan salam dengan lengkap: “Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh”.
Tabel Ringkasan Koreksi Gerakan
| Gerakan | Kesalahan | Perbaikan (Sesuai HPT) |
|---|---|---|
| Takbir | Tangan terlalu rendah | Setinggi telinga |
| Sedekap | Di bawah pusar | Di atas dada |
| Ruku’ | Punggung melengkung | Punggung rata |
| Sujud | Siku menempel lantai | Siku terangkat |
| Duduk | Kaki tumpang tindih | Duduk Iftirasy |
Mengapa Harus Sesuai Tuntunan?
Melakukan gerakan sholat dengan benar bukan sekadar masalah estetika ibadah, melainkan upaya menjaga keabsahan sholat itu sendiri. Dengan memahami perbedaan gerakan sholat yang benar dan salah, kita dapat terhindar dari perilaku ibadah yang hanya ikut-ikutan (taklid).
Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih selalu menekankan pentingnya tajdid (pemurnian) ibadah agar kembali kepada tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang al-Maqbulah.










Leave a Reply
View Comments