Dalam ibadah sholat, setelah melakukan Takbiratul Ihram dan sebelum membaca Surah Al-Fatihah, disunnahkan untuk membaca doa Iftitah (pembukaan). Muhammadiyah, melalui tuntunan Himpunan Putusan Tarjih (HPT), mengutamakan bacaan Iftitah yang bersumber dari hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim.
Bacaan yang paling sering digunakan adalah doa Allahumma Baaid Bayni. Berikut adalah panduan lengkap teks Arab, Latin, beserta maknanya.
Teks Arab Doa Iftitah
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Teks Latin
Allahumma baaid baynii wa bayna khathaayaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-sil khathaayaaya bil maa-i wats tsalji wal barad.
Terjemahan Bahasa Indonesia
“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan air es.”
Keutamaan Membaca Iftitah “Allahumma Baaid Bayni”
Mengapa Muhammadiyah memilih bacaan ini? Berikut adalah beberapa alasannya dari sisi hukum Islam dan maknanya:
- Keshahihan Dalil: Bacaan ini didasarkan pada hadits dari Abu Hurairah RA yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang apa yang beliau baca di sela-sela takbir dan Al-Fatihah.
- Makna Pengakuan Dosa: Doa ini mengandung permohonan yang sangat dalam agar kita dijauhkan dari dosa-dosa masa lalu dan dibersihkan layaknya kain putih yang suci.
- Simbol Kesucian: Penggunaan kiasan “air, salju, dan air es” melambangkan kesucian lahir dan batin yang sangat diharapkan oleh seorang hamba saat menghadap Sang Khalik.
Cara Membaca yang Benar Sesuai Sunnah
- Waktu Membaca: Dibaca pada rakaat pertama saja, tepat setelah Takbiratul Ihram.
- Cara Suara: Dibaca secara sirr (lirih), baik dalam sholat yang bacaannya dikeraskan (jahr) seperti Maghrib, Isya, Subuh, maupun sholat yang lirih (sirr) seperti Dzuhur dan Ashar.
- Posisi Tubuh: Dibaca dalam posisi bersedekap di atas dada, dengan pandangan mata tetap tertuju ke tempat sujud.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Apakah boleh membaca doa Iftitah selain Allahumma Baaid Bayni? Dalam perspektif Tarjih Muhammadiyah, diperbolehkan membaca doa Iftitah lain selama ada dalil shahihnya, seperti doa Wajjahtu Wajhiya. Namun, Allahumma Baaid Bayni sering diutamakan karena riwayatnya yang sangat kuat (Muttafaqun ‘alaih).
Bagaimana jika saya lupa membaca Iftitah? Hukum membaca Iftitah adalah sunnah. Jika Anda lupa, sholat Anda tetap sah, namun Anda kehilangan keutamaan mengikuti sunnah Rasulullah SAW secara sempurna.










Leave a Reply
View Comments