MUHAMMADIYAHBLORA.OR.ID – Blora, Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Blora resmi menerapkan International Class Program (ICP) pada Tahun Ajaran 2025–2026. Program ini diterapkan pada pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) di satuan pendidikan SMP dan SMA yang berada di bawah naungan pesantren. Melalui program tersebut, At-Tajdid Blora mengimplementasikan Kurikulum MIPA Bilingual dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pembelajaran.
Penerapan International Class Program ini selaras dengan pengembangan buku MIPA terintegrasi ISMUBA (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) yang dikembangkan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran sains tidak hanya menekankan penguasaan konsep akademik, tetapi juga penguatan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dalam kehidupan santri.
International Class Program di At-Tajdid Blora dirancang untuk menyiapkan santri yang unggul dalam penguasaan sains, memiliki kemampuan literasi bahasa Inggris, serta berkarakter Islami. Melalui kurikulum MIPA bilingual, santri diajak memahami konsep-konsep sains modern sekaligus mengaitkannya dengan nilai-nilai Islam, sehingga terbentuk generasi yang beriman, berilmu, dan siap menghadapi tantangan global.
Dalam pelaksanaannya, seluruh mata pelajaran MIPA disajikan dengan pendekatan bilingual. Penjelasan konsep dasar menggunakan bahasa Indonesia, kemudian diperkuat dengan istilah, ringkasan materi, dan penjelasan kunci dalam bahasa Inggris. Pendekatan ini mendorong santri untuk terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik tanpa mengesampingkan pemahaman konsep secara utuh.
Guru-guru yang terlibat dalam ICP telah dibekali pemahaman tentang kurikulum MIPA integratif serta keterampilan pengajaran bilingual. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran berlangsung komunikatif, interaktif, dan mampu meningkatkan keberanian santri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris di kelas.
International Class Program At-Tajdid Blora juga didukung oleh penggunaan buku-buku MIPA Bilingual yang dikembangkan oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) PP Muhammadiyah, termasuk seri buku ISMUBA + MIPA yang mulai digunakan secara luas pada Tahun Ajaran 2025–2026. Buku-buku tersebut memuat materi sains integratif dengan sisipan nilai keislaman serta ringkasan materi dalam bahasa Inggris, sehingga pembelajaran berlangsung secara holistik.

Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Blora, A. Furqony, menyampaikan bahwa penerapan ICP merupakan langkah strategis pesantren dalam menjawab tantangan zaman. Menurutnya, santri perlu dibekali kemampuan sains dan bahasa asing tanpa meninggalkan kekokohan tauhid dan akhlak.
“Santri At-Tajdid harus siap berkontribusi di tingkat lokal maupun global, namun tetap berakar pada nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya.
Sementara itu, pimpinan SMP dan SMA At-Tajdid Muhammadiyah menilai International Class Program sebagai nilai tambah bagi orang tua yang menginginkan pendidikan pesantren yang kuat dalam agama, unggul secara akademik, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Salah satu guru MIPA, Ulfiyatu H., mengungkapkan bahwa ICP menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk terus meningkatkan kompetensi bahasa Inggris dan metode pembelajaran aktif. Di sisi lain, seorang santri bernama Al-Fawwaz mengaku lebih percaya diri membaca sumber rujukan internasional dan semakin termotivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Penerapan International Class Program ini menegaskan komitmen Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Blora sebagai pesantren berkemajuan. Sejalan dengan arah pendidikan Muhammadiyah, At-Tajdid Blora berupaya membekali santri dengan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas, tanpa meninggalkan nilai tauhid dan akhlak mulia.
Kontributor/Editor : At Tajdid / Tio Ikhtiar










Leave a Reply
View Comments