Muhasabah Awal Tahun, Muhammadiyah Kedungtuban Ajak Jamaah Perkokoh Iman di Masjid Al Hikmah

​Muhammadiyahblora.or.id | Kedungtuban – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungtuban menggelar Kajian Ahad Pagi yang bertempat di Masjid Al-Hikmah, Kompleks SMK/SMA Muhammadiyah Kedungtuban pada Ahad (11/1/2026). Kajian ini menghadirkan Ust. Nur Sahlul Mubarok, M.Pd. sebagai pembicara utama dengan tema sentral “Muhasabah Diri Memperkokoh Keimanan”.

Refleksi di Ambang Waktu

​Dalam tausiyahnya, Ust. Nur Sahlul menekankan pentingnya refleksi diri mengingat saat ini berada di momentum awal tahun. Ia mengingatkan jamaah bahwa berlalunya waktu bukan sekadar pergantian kalender, melainkan tanda berkurangnya jatah hidup di dunia.

​”Setiap kali umur bertambah, maka pada hakikatnya kesempatan kita di dunia semakin berkurang. Pertanyaannya, apakah bertambahnya umur ini diiringi dengan bertambahnya amal shalih?” ujar beliau.

​Beliau juga mengingatkan bahwa setiap detik yang berlalu membawa manusia semakin dekat pada titik perjumpaan dengan Allah SWT.

Pertanggungjawaban Anggota Tubuh

​Ust. Nur Sahlul menjelaskan bahwa segala nikmat fisik yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawaban. Beliau mengutip hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi mengenai empat perkara yang akan ditanya di akhirat:

“Tidak akan bergeser kaki seorang manusia pada hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang empat hal: tentang umurnya dalam apa ia habiskan, tentang masa mudanya dalam apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia infakkan, serta tentang ilmunya apa yang telah ia amalkan.” (HR. Tirmidzi).

​Hal ini diperkuat dengan pengingat bahwa organ tubuh akan menjadi saksi atas segala perbuatan, sehingga setiap mukmin harus berhati-hati dalam melangkah.

Baca Juga  Bukan Kaleng-kaleng! Inilah Alasan Mengapa NGO Uni Emirat Arab Lebih Pilih Muhammadiyah Ketimbang Pemerintah

Pentingnya Tajdidun Niat (Memperbaiki Niat)

​Sebagai solusi dalam beramal, Ust. Nur Sahlul menekankan pentingnya Tajdidun Niyat atau memperbaiki niat. Beliau menyitir hadits masyhur tentang niat:

“Sesungguhnya setiap amalan itu bergantung pada niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan…” (HR. Bukhari & Muslim).

​”Niat adalah ruh dari setiap amal. Tanpa niat yang ikhlas karena Allah, amal sebesar apa pun akan kehilangan maknanya di hadapan Sang Pencipta,” tegasnya.

Perubahan Dimulai dari Diri Sendiri

​Ust. Nur Sahlul mengutip QS. Ar-Ra’d Ayat 11:

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

​Ayat ini menjadi landasan bahwa penguatan iman dan perbaikan kondisi umat harus dimulai dari kesadaran individu untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa di tahun yang baru ini.

Kontributor/Editor: Ahmad Basyiruddin