Ribuan Warga Terdampak Banjir–Longsor di Sumatera, Muhammadiyah Tingkatkan Layanan Kemanusiaan

Ribuan Warga Terdampak Banjir–Longsor di Sumatera, Muhammadiyah Tingkatkan Layanan Kemanusiaan
Ribuan Warga Terdampak Banjir–Longsor di Sumatera, Muhammadiyah Tingkatkan Layanan Kemanusiaan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus memperkuat respons kemanusiaan atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025. Bencana ini dipicu oleh Siklon Tropis Senyar yang berkembang dari bibit siklon 95B di Selat Malaka dan menyebabkan hujan ekstrem berkepanjangan di berbagai wilayah pesisir dan pegunungan Sumatera.

Berdasarkan laporan situasi hingga 5 Desember 2025, bencana berdampak sangat luas dengan total 836 jiwa meninggal dunia, 509 jiwa masih dinyatakan hilang, dan 643.900 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Total warga terdampak mencapai 3.300.000 jiwa. Data bersifat sementara dan masih diperbarui seiring pendataan lapangan. Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, jaringan listrik, telekomunikasi, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan.

Di Sumatera Barat, wilayah Padang Panjang, Agam, Tanah Datar, dan Padang Pariaman menjadi daerah terdampak paling berat. Jalur utama Padang–Bukittinggi melalui Lembah Anai putus total akibat longsor, sehingga distribusi logistik dialihkan melalui jalur alternatif. Di Aceh, banjir dan longsor melanda Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Utara, Pidie, dan Aceh Timur hingga menyebabkan sejumlah kecamatan terisolasi. Adapun di Sumatera Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Deli Serdang mengalami kerusakan berat pada permukiman dan fasilitas umum.

Baca Juga  Kajian Ahad Pagi PCM Blora Bahas Teologi dan Aplikasi Al Ma’un

Selain berdampak pada masyarakat, sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah di tiga provinsi turut mengalami kerusakan, baik kategori ringan maupun berat, meliputi satuan pendidikan, masjid, dan fasilitas layanan sosial lainnya.

Dalam merespons kondisi ini, MDMC bersama Lazismu, rumah sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah, perguruan tinggi, serta elemen persyarikatan mengerahkan tim relawan ke tiga wilayah terdampak. Respons meliputi asesmen kebutuhan, layanan kesehatan, pembukaan dapur umum, distribusi logistik, pelayanan psikososial, evakuasi warga, aksi pembersihan lingkungan, hingga pembangunan jembatan darurat di sejumlah titik.

Di Sumatera Barat, layanan difokuskan pada kesehatan, dapur umum, distribusi logistik, pendampingan psikososial, serta pembersihan lumpur dan material banjir. Di Sumatera Utara, tim Muhammadiyah mengadakan layanan kesehatan, distribusi logistik dan makanan siap saji, aksi pembersihan, dan dukungan psikososial. Sementara di Aceh, respons diarahkan pada distribusi logistik, evakuasi warga, serta operasional dapur umum di lokasi pengungsian.

Hingga 5 Desember 2025, layanan kemanusiaan Muhammadiyah telah menjangkau 4.927 jiwa penerima manfaat melalui distribusi logistik, pelayanan kesehatan, makanan siap saji, layanan psikososial, serta dukungan pembersihan fasilitas umum dan permukiman. Data akan terus diperbarui dengan perluasan jangkauan bantuan.

Baca Juga  Kehadiran Wakil Bupati Blora dalam Dialog Arah Kebijakan Kemendikdasmen 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah

Untuk memperkuat respons berkelanjutan, MDMC menerapkan skema dukungan lintas wilayah: relawan Jawa Barat dan DIY memperkuat respons di Aceh, relawan Jawa Tengah dan Jawa Timur mendukung Sumatera Utara, sementara relawan regional Sumatera seperti Lampung, Sumatera Selatan, Riau, dan Bengkulu memperkuat Sumatera Barat. Seluruh pergerakan relawan dilakukan melalui sistem koordinasi terpadu melalui pos koordinasi wilayah dan pos pelayanan.

Saat ini kebutuhan mendesak yang masih diprioritaskan meliputi bantuan pangan pokok, perlengkapan kebersihan dan sanitasi, perlengkapan bayi dan keluarga, pakaian layak pakai, serta kebutuhan khusus bagi lansia. Penguatan sumber daya manusia untuk layanan manajemen posko, data dan informasi, psikososial, logistik, pendidikan darurat, hunian sementara, dan layanan WASH juga terus diupayakan.

MDMC menegaskan bahwa respons Muhammadiyah terhadap bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera merupakan ikhtiar kolektif persyarikatan dalam menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang terorganisir, profesional, dan berkelanjutan. Melalui sinergi lintas wilayah, pelibatan masyarakat secara inklusif, serta penguatan kapasitas lokal, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus mendampingi para penyintas hingga fase pemulihan.

Baca Juga  Dokter Kandungan Perempuan Terdekat di Cepu: Pilihan Tepat di RS PKU Muhammadiyah