Sejarah Lengkap Muhammadiyah Blora: Gerakan Tajdid, Amal Usaha, dan Kontribusi Sejak 1921

Muhammadiyah Blora adalah salah satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) tertua dan paling berpengaruh di Jawa Tengah. Didirikan pada tahun 1921, kehadirannya di Kabupaten Blora menandai masuknya gerakan pembaruan (tajdid) Islam modern. Sejak awal, organisasi ini berkomitmen pada penguatan akidah, pemberantasan TBC (Takhayul, Bid’ah, Khurafat), dan pembangunan jaringan luas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Blora di sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial yang berkelanjutan hingga hari ini.

I. Awal Pendirian dan Periode Perintisan (1921 – 1945)

A. Blora: Cabang Perintis di Jawa Tengah (27 November 1921)

Pendirian Muhammadiyah di Blora memiliki nilai historis yang tinggi karena termasuk dalam gelombang pertama ekspansi di luar Yogyakarta.

  • Tanggal Resmi Pendirian: 27 November 1921.
  • Signifikansi: Pendirian ini hanya berselang dua bulan setelah Muhammadiyah mendapatkan izin resmi dari Pemerintah Kolonial Belanda untuk beroperasi di luar Kasultanan Yogyakarta (izin keluar 2 September 1921). Hal ini menempatkan Cabang Blora sebagai salah satu titik penyebaran awal gerakan tajdid di Jawa Tengah bagian timur, menunjukkan tingginya animo masyarakat lokal terhadap pembaruan Islam.
  • Fokus Dakwah: Di masa perintisan, fokus gerakan PDM Blora adalah dakwah non-formal melalui pengajian dan tabligh, serta pemurnian praktik keagamaan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

B. Basis Pendidikan dan Peran Aisyiyah Pra-Kemerdekaan

Kontribusi Muhammadiyah Blora pada masa kolonial terutama melalui pendidikan dan pemberdayaan perempuan.

  1. Pendidikan Modern: Mulai merintis pendirian sekolah-sekolah formal (seperti cikal bakal Hollandsch-Inlandsche School – HIS Muhammadiyah atau sekolah dasar Islam lainnya) yang menjadi pusat kaderisasi, sekaligus memberikan alternatif pendidikan yang tidak berbasis kolonial.
  2. Peran Sentral Aisyiyah Blora: Organisasi otonom perempuan, Aisyiyah Blora, segera terbentuk dan menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial. Aisyiyah memegang peran krusial dalam merintis pendidikan anak usia dini, seperti cikal bakal Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA), serta aktif dalam bidang kesehatan keluarga dan dakwah komunitas perempuan.

II. Konsolidasi Organisasi dan Pembangunan Amal Usaha (1945 – 2000)

Setelah Indonesia merdeka, fokus PDM Blora beralih ke pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) secara terstruktur untuk melayani masyarakat.

A. Tokoh Kunci Penggerak AUM Blora: Zaenal Mukhayat Rahman

Pengembangan AUM di Blora tidak lepas dari peran tokoh sentral, Zaenal Mukhayat Rahman, yang akrab disapa ‘Mbah Zamura’.

  • Implementasi Pesan Dahlan: Beliau dikenal teguh memegang pesan K.H. Ahmad Dahlan: “Jadilah guru, kembalilah kepada Muhammadiyah.”
  • Peran Struktural: Mbah Zamura aktif menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Blora dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Blora, menjadi inisiator dan motor penggerak berdirinya banyak AUM. Beliau masih aktif sebagai penasehat beberapa AUM hingga saat ini.

B. Pilar Pendidikan: Jaringan Sekolah dan Transformasi Perguruan Tinggi

Jaringan pendidikan Muhammadiyah Blora berkembang pesat di seluruh kabupaten.

  1. Jaringan Pendidikan Dasar hingga Menengah: Berhasil mendirikan dan mengembangkan jaringan luas TK/PAUD ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK Muhammadiyah di berbagai cabang dan ranting, melayani ribuan siswa.
  2. Transformasi Pendidikan Tinggi:Amal Usaha Muhammadiyah Blora juga merambah pendidikan tinggi:
    • 1987: Berdiri Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Blora.
    • 1991: IAIM bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Blora.
    • 1998: STIT berubah bentuk menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Blora, yang hingga kini menjadi pusat pengembangan ilmu keagamaan. Selain itu, hadir pula Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Blora yang fokus mencetak tenaga pendidik profesional.

C. Pilar Kesehatan dan Pelayanan Sosial

Muhammadiyah Blora berperan besar dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kesehatan dan sosial.

  • Layanan Kesehatan: Pendirian Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Blora atau Klinik Kesehatan Muhammadiyah yang menjadi kontribusi nyata dalam bidang medis dan pelayanan publik. RS PKU diupayakan terus mengoptimalkan pelayanan berdasarkan standar akreditasi.
  • Layanan Sosial: Pendirian Panti Asuhan Muhammadiyah untuk layanan pengasuhan dan pendidikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa, serta berbagai lembaga sosial lainnya.

III. Era Kontemporer, Kolaborasi, dan Penguatan Kader (2000 – Sekarang)

Di era Reformasi, Muhammadiyah Blora memperkuat profesionalisme, mutu AUM, dan sinergi dengan berbagai pihak.

A. PDM Blora dan Fokus Gerakan Terkini

Di bawah kepemimpinan PDM Blora, yang saat ini dijabat oleh HM. Saifuddin, S.Pd.I., M.Pd.I., fokus gerakan tetap pada tiga pilar utama: pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. PDM Blora secara konsisten mengusung tema-tema nasional seperti “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” dalam setiap kegiatan syiar.

B. Peran Strategis Organisasi Otonom (Ortom)

Organisasi otonom (Ortom) memegang peran vital dalam pengkaderan dan dakwah kaum muda:

  • Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM): Menggerakkan pelajar di sekolah-sekolah.
  • Pemuda Muhammadiyah: Fokus pada gerakan dakwah dan sosial bagi pemuda.
  • Tapak Suci Putra Muhammadiyah: Aktif dalam bidang olahraga (Pencak Silat) dan menjadi wadah pengkaderan yang kuat, seringkali menampilkan seni budaya dalam acara-acara besar.

C. Komitmen Kebangsaan dan Sinergi PDM Blora

Muhammadiyah Blora menunjukkan komitmen kebangsaan melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah daerah.

  • Sinergi Program: PDM Blora menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Blora, mendukung program-program pembangunan yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat, sejalan dengan amanat UUD 1945.
  • Kegiatan Syiar: Kegiatan besar seperti Apel Akbar Milad Muhammadiyah Blora rutin digelar di Alun-Alun Kabupaten Blora, melibatkan ribuan warga, AUM, Ortom, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, memperkuat citra Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern yang dinamis dan berkolaborasi.

Secara keseluruhan, sejarah Muhammadiyah Blora adalah kisah gerakan tajdid yang berakar kuat sejak 1921, terus menerus ber-fastabiqul khairat melalui jaringan Amal Usaha Muhammadiyah yang luas dan terpercaya.