Tata Cara Shalat Gerhana Menurut Tarjih Muhammadiyah

MUHAMMADIYAHBLORA.OR.ID, Blora – Peristiwa gerhana bulan dan gerhana matahari dalam Islam tidak sekadar fenomena alam, melainkan juga tanda kebesaran Allah SWT yang patut disikapi dengan ibadah. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa shalat gerhana (shalat kusuf untuk gerhana matahari dan shalat khusuf untuk gerhana bulan) termasuk sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam yang menyaksikannya.

Pernyataan ini terangkum dalam Maklumat Tarjih Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.1/E/2026 tentang pelaksanaan Salat Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan Selasa Wage, 14 Ramadan 1447 H / 3 Maret 2026 M.

Dalil dan Landasan Syariat

Maklumat Tarjih Muhammadiyah menjelaskan bahwa dasar syariat shalat gerhana didasarkan pada hadis-hadis shahih yang menunjukkan praktik dan ajaran Rasulullah SAW, antara lain:

  • Hadis dari Aisyah r.a. yang menjelaskan praktik shalat gerhana dengan empat kali rukuk dan sujud dalam dua rakaat (HR al-Bukhari dan Muslim).
  • Hadis dari al-Mughirah bin Syu‘bah r.a. bahwa gerhana adalah tanda kebesaran Allah, bukan karena kelahiran atau kematian seseorang (HR al-Bukhari).
  • Hadis dari Abu Mas‘ud r.a. tentang perintah shalat ketika melihat gerhana (HR al-Bukhari dan Muslim).

Hadis-hadis tersebut menjadi dasar kuat bahwa shalat gerhana bukan hanya tradisi, tetapi ibadah yang dicontohkan Nabi SAW.

Seruan dan Niat Shalat Gerhana

Menurut Maklumat Tarjih Muhammadiyah, shalat gerhana dimulai tanpa azan dan iqamah. Sebagai gantinya, imam menyerukan:

“Ash-shalātu jāmi‘ah” (marilah kita shalat berjamaah).

Salat gerhana dianjurkan secara berjamaah di masjid atau musala, namun dapat pula dilaksanakan sendiri jika tidak memungkinkan berjamaah.

Tata Cara Pelaksanaan

Tatacara shalat gerhana menurut Tarjih Muhammadiyah memiliki ciri khusus sebagai berikut:

  1. Rakaat: Dua rakaat, masing-masing dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud.
  2. Bacaan: Pada tiap berdiri, imam membaca al-Fatihah dan surat panjang (jahr).
  3. Rukuk & Sujud: Durasi rukuk dan sujud lebih panjang dari shalat biasa, menggambarkan kekhusyukan dan kekaguman pada kebesaran Allah.

Setelah salam, imam menyampaikan satu khutbah yang berisi pujian kepada Allah SWT, penegasan bahwa gerhana adalah tanda kebesaran-Nya, dan ajakan memperbanyak doa, dzikir, istighfar, serta sedekah.

Waktu Pelaksanaan

Salat gerhana dilaksanakan sejak gerhana mulai tampak hingga gerhana berakhir atau bulan terbenam. Apabila gerhana selesai saat shalat masih berlangsung, maka shalat tetap dilanjutkan. Tidak ada qadha atau pengganti setelah gerhana berakhir.

Siapa yang Dianjurkan

Shalat gerhana disyariatkan bagi mereka yang menyaksikan peristiwa gerhana secara langsung, baik laki-laki maupun perempuan, dan dilaksanakan di tempat masing-masing sesuai kondisi setempat.

Hikmah Shalat Gerhana

Menurut penjelasan pensyariatan dalam Maklumat Tarjih Muhammadiyah:

  • Menguatkan Tauhid – Menegaskan bahwa fenomena alam adalah tanda kekuasaan Allah SWT.
  • Muhasabah Diri – Mendorong umat melakukan introspeksi, doa, dan dzikir.
  • Menguatkan Sosial – Dengan menekankan pentingnya doa bersama, sedekah, serta kepedulian sosial.

Imbauan Muhammadiyah

Melalui Maklumat Tarjih Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.1/E/2026, Majelis Tarjih juga mengimbau kepada seluruh pimpinan dan warga Persyarikatan Muhammadiyah, termasuk di Kabupaten Blora, untuk:

  1. Melaksanakan Salat Gerhana (Khusuf) sesuai tuntunan syariat.
  2. Memperbanyak doa, dzikir, istighfar, dan sedekah selama peristiwa gerhana berlangsung.
  3. Menjadikan fenomena ini sebagai momentum spiritual dan penguatan keimanan.

Penutup

Dengan memahami tata cara shalat gerhana menurut Tarjih Muhammadiyah, umat Islam diharapkan dapat menyambut fenomena alam ini bukan sebagai kejadian biasa, tetapi sebagai sarana memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rujukan Maklumat Tarjih Muhammadiyah ini menjadi pedoman resmi bagi struktur Persyarikatan Muhammadiyah dalam menghadapi fenomena gerhana secara syariat dan spiritual.

Sumber: https://tarjih.or.id/maklumat-salat-gerhana-bulan-total-3-maret-2026/