Muhammadiyahblora.or.id | Semarang – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang membidangi Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), Wahyudi, resmi membuka acara Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya peran kader digital persyarikatan dalam menghadapi tantangan arus informasi di era modern.
Acara yang diselenggarakan oleh MPI PWM Jawa Tengah ini bertempat di BPSDM Semarang dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 6-8 Maret 2026.
Mengusung tema “Akselerasi Dakwah Digital Muhammadiyah: Dari Penulisan AI hingga Videografi Mobile”, Wahyudi membebankan tanggung jawab besar kepada para peserta yang kelak menjadi ujung tombak dakwah digital.
“Pesantren jurnalistik ini harus mampu mencetak kader yang bisa membendung arus hoaks dan fitnah yang semakin bertebaran. Kita harus proaktif men-share informasi-informasi yang positif dan mencerahkan,” tegas Wahyudi di hadapan para peserta.
Kendalikan AI sebagai Alat Bantu Dakwah
Tantangan membendung hoaks yang disampaikan Wahyudi sangat erat kaitannya dengan kemajuan teknologi mutakhir, salah satunya adalah Artificial Intelligence (AI).
Terkait hal ini, Ketua MPI PWM Jawa Tengah, Rustam Aji, turut memberikan pandangannya. Ia tidak menampik adanya kekhawatiran di kalangan jurnalis bahwa AI yang penggunaannya tidak terkontrol justru bisa menjadi mesin produksi hoaks baru. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar kader Muhammadiyah memegang kendali penuh.
“Kita yang harus mengendalikan AI, bukan sebaliknya. AI harus kita posisikan sebatas sebagai alat bantu saja, misalnya untuk mempermudah mencari referensi atau riset data pendukung,” jelas Rustam Aji.
Dukungan Penuh untuk Transformasi Digital
Langkah PWM Jateng melalui Pesantren Jurnalistik ini mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Pusat. Turut hadir memberikan arahan, Sekretaris MPI PP Muhammadiyah, Prof. Anam Sutopo.
Prof. Anam mengingatkan bahwa di tengah disrupsi informasi, MPI harus bertransformasi menjadi pusat data (pangkalan data) persyarikatan yang valid. Hal ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kita harus terus mendorong dan memfasilitasi lahirnya kader-kader digital Muhammadiyah yang tangguh. Kader yang tidak gagap teknologi dan mampu menjadikan berbagai platform digital sebagai medan dakwah yang efektif,” ungkap Prof. Anam Sutopo melengkapi visi dakwah digital tersebut.
Melalui sinergi dari berbagai elemen ini, para peserta di BPSDM Semarang diharapkan dapat menyerap ilmu dengan maksimal, baik dalam pemanfaatan AI secara bijak maupun teknik mobile videography untuk memperluas jangkauan syiar Islam yang mencerahkan.










Leave a Reply
View Comments