Refleksi Milad ke-62: PC IMM Blora Kobarkan Semangat ‘Kader Akar Rumput’ yang Tangguh dan Bermanfaat

Milad IMM ke-62 Blora

MUHAMMADIYAHBLORA.OR.ID, BLORA – Momentum peringatan hari lahir organisasi bukan sekadar seremoni simbolis di atas kalender. Bagi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Blora, perayaan Milad IMM ke-62 tahun ini menjadi panggung pembuktian eksistensi, soliditas, sekaligus pengabdian nyata kepada masyarakat. Selama empat hari berturut-turut, mulai Selasa (14/4/2026) hingga Jumat (17/4/2026), Bumi Samin disemarakkan dengan rangkaian kegiatan yang memadukan aksi sosial, sportivitas, hingga intelektualitas.

Rangkaian acara bertajuk “Semarak Milad IMM ke-62” ini dipusatkan di beberapa titik strategis, termasuk kompleks Kampus Terpadu Muhammadiyah Blora sebagai pusat kegiatan. Kegiatan dibuka pada Selasa pagi dengan aksi kemanusiaan berupa donor darah. Antusiasme kader terlihat sejak jam pertama, di mana puluhan mahasiswa mengantre untuk menyumbangkan darah mereka. Langkah ini merupakan sinyal kuat bahwa IMM Blora berkomitmen hadir memberikan dampak instan bagi stok darah di Kabupaten Blora sekaligus memupuk jiwa filantropi sejak dini.

Pesan Tegas: Kader IMM Harus Jadi Pembeda
Memasuki hari kedua, Rabu (15/4/2026), suasana semakin formal dengan digelarnya Pembukaan Resmi di Aula Kampus. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, tokoh Muhammadiyah, serta tamu undangan lintas organisasi kepemudaan. Ketua Umum PC IMM Blora, Immawan Muhammad Haydar Ammar, dalam orasinya menyampaikan pesan yang cukup tajam dan membakar semangat para kader.

“Tantangan zaman hari ini menuntut kita untuk menjadi kader yang resilien. Kader IMM tidak boleh lembek atau sekadar mengikuti arus. Kita harus terus bergerak dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Kader IMM harus hadir sebagai pembeda; sigap dalam aksi lapangan dan cakap secara intelektual saat ide-ide kita dibutuhkan oleh bangsa,” tegas Haydar dengan lugas di hadapan ratusan kader yang hadir.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua I STAI Muhammadiyah Blora, Widodo, M.Pd.I, yang hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, mendorong para mahasiswa untuk tidak berhenti berproses. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi mahasiswa diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar institusi tersebut.

Adu Skill dan Kreativitas Generasi Z
Kemeriahan berlanjut pada Kamis (16/4/2026), di mana arena perlombaan mulai memanas. PC IMM Blora menyuguhkan variasi kompetisi yang relevan dengan minat generasi Z, namun tetap membawa napas dakwah. Di sektor olahraga, cabang tenis meja dan bulutangkis menjadi magnet penonton. Sementara di sisi intelektual dan religi, Lomba Da’i Muda serta Cerdas Cermat menjadi ajang unjuk gigi bagi para aktivis pemikir.

Tak ketinggalan, sisi kreativitas dan teknologi juga dieksplorasi melalui Fashion Show busana muslim serta turnamen Mobile Legends. Kehadiran e-sport dalam rangkaian milad ini menunjukkan bahwa IMM Blora mampu beradaptasi dengan tren teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman. Partisipasi aktif dari berbagai komisariat di bawah naungan PC IMM Blora menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat namun tetap dalam bingkai ukhuwah (persaudaraan) yang erat.

Pamungkas: Sinergi dan Harapan di Hari Penutup
Rangkaian panjang ini mencapai puncaknya pada Jumat (17/4/2026) dengan agenda sarasehan dan halal bihalal di Aula PC IMM Blora. Acara penutupan ini menjadi sangat istimewa karena dihadiri oleh keluarga besar Forum Keluarga Alumni (Fokal) IMM Blora, perwakilan dari Kesbangpol Blora, serta KNPI Blora. Kehadiran pihak eksternal ini mempertegas posisi IMM sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan kepemudaan di Kabupaten Blora.

Prosesi pemotongan tumpeng menjadi simbol sakral rasa syukur atas perjalanan 62 tahun IMM di Indonesia. Acara kemudian diakhiri dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi para jawara lomba. Sebagai penutup, Haydar Ammar menganalogikan filosofi kader sebagai pohon besar yang kuat.

“Kader IMM harus memiliki akar yang kuat dalam ideologi, batang yang kokoh dalam organisasi, dan daun yang rimbun untuk menaungi serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Jangan hanya besar secara kuantitas, tapi harus berkualitas dalam dampak,” pungkasnya di akhir acara.

Kontributor / Editor : Tio Ikhtiar / Basyir