MUHAMMADIYAHBLORA.OR.ID, Cepu – Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Blora kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan santri yang seimbang antara kekuatan fisik, mental, dan akhlak melalui penyelenggaraan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tapak Suci pada Jumat, 16 Januari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus 2 Kedungtuban ini diikuti oleh santri putra dan putri sebagai bagian dari ekstrakurikuler wajib Tapak Suci yang menjadi salah satu program unggulan pesantren.
UKT Tapak Suci diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Blora bekerja sama dengan Ortom Tapak Suci serta para penguji dari pelatih unit latihan Tapak Suci pesantren. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya menguji kemampuan teknik bela diri santri, tetapi juga mengukur kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembentukan karakter kepemimpinan yang menjadi ruh pembinaan di lingkungan pesantren.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh Kepala Pengasuh Kampus 2 Putra, Meinar Y. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci merupakan bagian dari proses pendidikan karakter yang harus dijalani santri dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, setiap gerakan dan latihan Tapak Suci tidak hanya melatih kekuatan fisik, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan ketekunan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah pembukaan, para penguji memberikan pengarahan teknis terkait mekanisme pelaksanaan ujian, standar penilaian teori, serta tahapan ujian praktik. Pelaksanaan UKT terdiri dari dua komponen utama, yaitu ujian teori dan ujian praktik. Pada ujian teori, santri diuji pemahamannya tentang sejarah Tapak Suci, filosofi, tata tertib organisasi, serta nilai-nilai akhlak yang menyertai setiap jurus. Sementara itu, pada ujian praktik, peserta diuji di lima pos materi yang mencakup teknik dasar, rangkaian jurus, kekuatan gerak, koordinasi, dan ketepatan teknik sesuai tingkat masing-masing.
Suasana ujian berlangsung tertib, disiplin, dan penuh semangat. Para santri tampak antusias mengikuti setiap tahapan ujian dengan mengenakan seragam merah khas Tapak Suci, menunjukkan kesiapan mereka setelah menjalani latihan rutin selama satu periode. Kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi pelantikan kenaikan tingkat bagi santri yang dinyatakan lulus, sebagai simbol keberhasilan mereka menempuh satu tahapan pembinaan sekaligus tanggung jawab baru sebagai kader Tapak Suci.
Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Blora, A. Furqony, menyampaikan bahwa penyelenggaraan UKT Tapak Suci menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya berfokus pada penguatan akademik dan ilmu keagamaan, tetapi juga pembinaan fisik serta mental santri. Ia menegaskan bahwa kader Tapak Suci harus memiliki karakter tangguh, disiplin, dan berakhlak mulia, sehingga kemampuan bela diri selalu sejalan dengan sikap rendah hati dan tanggung jawab sosial.
Kepala Pengasuh Kampus 1 Putri, Basit A., menambahkan bahwa kegiatan Tapak Suci memberikan dampak positif dalam membangun kepercayaan diri santri putri. Melalui latihan rutin dan UKT, mereka dilatih berani, kompak, serta mampu menjaga diri tanpa meninggalkan adab dan etika sebagai santri.
Salah satu penguji sekaligus pelatih Tapak Suci, Winardi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci At-Tajdid Blora tahun ini berjalan sukses, aman, dan lancar. Ia menilai kesiapan santri mengalami peningkatan signifikan, baik dari segi teknik maupun kedisiplinan, dan berharap kegiatan ini terus melahirkan kader Tapak Suci yang berprestasi serta bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan UKT Tapak Suci ini, Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Blora kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan pesantren yang holistik, variatif, dan berorientasi pada pembentukan generasi santri yang kuat secara fisik, matang secara mental, serta berkarakter Islami.
Kontributor/Editor : At Tajdid / Tio Ikhtiar










Leave a Reply
View Comments